The Snowden Files

The Snowden Files

Rp100.000

Buku The Snowden Files merupakan buku karya jurnalistik terkini dengan gaya investigasi terbaru dari seorang Edward Snowden,mantan anggota National Security Agency (NSA) Amerika. Snowden diketahui melarikan diri dan meminta suaka kepada Pemerintah Rusia dan dikabulkan. Lewat data yang dimiliki, Snowden menguliti satu per satu kebusukan pejabat tinggi Amerika dan kaitannya dengan pejabat tinggi negara lain. Tentu saja pemaparan Snowden ini mempermalukan dan membuat marah Amerika, namun Amerika tidak bisa berbuat banyak karena Snowden berhasil bersembunyi di Rusia. Fenomena Snowden sekaligus fenomena baru dalam dunia jurnalistik investigatif, walaupun dia bukan seorang jurnalis, namun data yang dimiliki benar-benar sebuah data riil dan penuh rahasia. Berkat keterbukaannya terhadap Luke Harding, data-data Snowden akhirnya mengalir ke seluruh penjuru dunia. Buku ini adalah potret besar dari kisah data Snowden yang dibukukan oleh Luke Harding. Bisnis Indonesia beruntung mendapatkan copy right untuk cetakan bahasa Indonesia. Dapatkan segera bukunya!

Mereka Pencipta Nilai Tambah

Mereka Pencipta Nilai Tambah

Rp75.000

Untuk menjadi CEO tidak cukup hanya berbekal pengetahuan, modal dan leadership. Seorang CEO harus pandai membaca peluang melalui kekuatan naluri yang kadang tidak bisa diperoleh di bangku sekolah atau kuliah.

Ia harus mampu mencari celah agar produk atau jasa yang dihasilkan bisa b ersaing dengan produk kompetitor, atau bahkan bisa tampil beda sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi produk/jasa itu sendiri.

Inovasi, efisiensi dan kerja keras menjadi faktor penentu keberhasilan seorang CEO dalam menjalankan perusahaan sehingga bisa tumbuh dan berkembang dan memberikan keuntungan yang maksimal bagi perusahaan.

McKinsey merangkum beberapa aspek atau faktor dalam penyusunan strategi perusahaan yang memberikan nilai tambah yang lebih tinggi. Pertama, menciptakan bisnis baru. Kedua, memasuki pasar yang berpotensi, atau justru sebaliknya keluar dari pasar tersebut jika tidak memungkinkan untuk mengembangkan lebih jauh.

Ketiga, merestrukturisasi organisasi agar lebih efisien. Keempat, mendorong terjadinya perubahan-perubahan yang cukup drastis sehingga terjadi kembali peningkatan. Kelima, melakukan perubahan terhadap pembelanjaan masing-masing portofolio (harta dan kekuatan) perusahaan. Keenam, meninjau dan melakukan perubahan termasuk alur agar lebih cepat, tetap atau lebih efektif, dan lebih efisien.

Ketuju, mengubah dan menempatkan orang-orang yang memiliki keahlian dan keterampilan pada tempatnya. Berbagai strategi di atas tidak selalu berjalan mulus. Kadang ada saja tesistensi terutama dari internal perusahaan. Di sinilah kelihaian sang CEO dalam mengatasi kendala dan hambatan dalam melaksanakan strategi dimaksud.

Showing 1 to 2 of 2 (1 Pages)